Pemeriksaan Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah suatu gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan hiperglikemia kronik. Pada orang sehat, kadar glukosa di dalam darah dijaga oleh tubuh agar tetap berada antara 70 – 120 mg/dl. Secara umum glukosa didapatkan dari makanan sehari-hari. Glukosa akan di metabolisme melalui oksidasi dan disimpan dalam bentuk glikogen atau lemak. Pada dasarnya pengendalian kadar glukosa di pengaruhi oleh 3 faktor, yaitu :

  1. Kemampuan tubuh untuk menghasilkan insulin
  2. kemampuan insulin untuk menghambat produksi glukosa dan menstimulasi pemakaian glukosa
  3. kemampuan glukosa untuk masuk ke sel tanpa adanya insulin
  • Gejala diabetes melitus

Pada umumnya penyakit diabetes melitus mempunyai gejala awa sangat bervariasi. Gejala yang sering muncul berupa banyak minum, banyak makan, banyak kencing dan kadang-kadangdisertai dengan berat badan yang menurun. Bila berlanjut dapat dijumpai juga luka yang sukar sembuh dan gatal.

  • Glukosa test

Kadar normal pemeriksaan gluosa sewaktu adalah antara 45 – 135 mg/dl. Akan tetapi pada usia lanjut kadar glukosa dapat meningkatsampai 180 mg/dl. Pada pemeriksaan kadar gula puasa, kadarnya <126 mg/dl. Untuk 2 jam setelah makan kadarnya <140 mg/dl. Pemeriksaan hadar gula puasa dan kadar gula 2 jam setelah makan dapat dipakai sebagai uji saring diabetes melitus.

  • Tes toleransi glukosa oral (TTGO)

TTGO digunakan untuk menentukan diagnosis diabetes melitus atau penderita yang diduga menderita gangguan toleransi glukosa. Prosedur pemeriksaannya adalah sebagai berikut :

tiga hari sebelumnya makan biasa dengan karbohidrat yang cukup. Sebelum pemeriksaan, puasa antara 10 – 12 jam. Setelah diperiksa glukosa darah puasa, kemudian diberikan 75 gr glukosa yang dilarutkan dalam 250 ml air dan diminum selama/dalam waktu 5 menit. Kemudian diperiksa lagi darahnya pada jam ke 1 dan pada jam ke 2 sesudah beban glukosa. Khusus untuk ibu hamil muatan glukosa 100 gr. Terdapat gangguan toleransi glukosa bila kadar glukosa puasa <140 mg/dl dan 2 jam setelah beban 140 – 200  mg/dl. Dan diagnosa diabetes melitus bila glukosa puasa >140 mg/dl dan atau 2 jam setelah bebean >200 mg/dl.

  • Peptida – C

Pemeriksaan lain yang diperlukan untuk  diabetes melitus yaitu pemeriksaan kadag peptida – C. Pemeriksaan ini dilakukan pada saat puasa dan 2 jam setelah makan. peningkatan kadarnya sesuai dengan kadar insulin.

HBA 1c

Peningkatan molekul glukosa pada hemoglobin (Hb A) yang terjadi didalam sel erytrosit akan membentuk Hb A1c dan tergantung pada kadar gula selama 120 hari. Pemeriksaan Hb A1c mereflesikan pengontrolan diabetes melitus jangka panjang 2-3 bulan sebelum pengabilan darah.

sedangkan pemeriksaan fluktosamin memberikan gambaran kadar glukosa rata-rata 2-3 minggu sebelum pengambilan darah. Berdasarkan konsesnus diabetes melitus indonesia tahun 1993, pengendalian baik bila kadar Hb A1c = 4 – 6,5%, pengendalian sedang 6,5 – 8% dan pengendalian buruk >8%

About these ads

Tentang diabetesmu

obat herbal diabetes

Posted on Juli 21, 2012, in Diabet melitus and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. thanks infonya sangat membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: