Cegah Diabetes melitus sebelum terjadi

Diabetes melitus merupakan penyakit keturunan dalam keluarga

diabetes

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyebab utama dari kebutaan pada orang dewasa, kerusakan ginjal dan amputasi non-traumatik, dan merupakan penyebab utama dari penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke. Orang dewasa bukan merupakan satu-satunya yang beresiko terhadap Diabetes melitus. Kondisi ini dengan cepat meningkat pada remaja yang mengidap obesitas. Munculnya penyakit jantung arteri biasanya muncul sebelum dipastikan menderita Diabetes melitus, dan mulai pada usia yang sangat muda.

Sebelum berkembang menjadi Diabetes melitus tipe 2, biasanya selalu menderita pre-Diabetes melitus, yang memiliki gejala tingkat gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosa Diabetes melitus. Setidaknya 20% dari populasi usia 40 hingga 74 menderita pre-Diabetes melitus. Penelitian menunjukkan beberapa kerusakan dalam jangka panjang, terutama pada jantung dan sistem peredaran darah selama pre-Diabetes melitus ini.

Dengan pre-Diabetes melitus, anda akan memiliki resiko satu setengah kali lebih besar terkena penyakit jantung. Saat Anda menderita Diabetes melitus, maka resiko naik menjadi 2 hingga 4 kali. Akan tetapi, pada beberapa orang yang memiliki pre-Diabetes melitus, kemungkinan untuk menjadi Diabetes melitus dapat ditunda atau dicegah dengan perubahan gaya hidup.

Diabetes melitus dan pre-Diabetes melitus dapat muncul pada orang-orang dengan umur dan ras yang beragam, tetapi ada kelompok tertentu yang memiliki resiko lebih tinggi.

Bila berat badan melebihi normal apakah mengalami pre-Diabetes melitus?

Bila Anda kelebihan berat badan dan berusia lebih dari 45 tahun, segera periksakan kesehatan Anda. Pre-Diabetes melitus butuh waktu selama 10 tahun untuk berkembang menjadi Diabetes melitus, selama jangka waktu ini anda masih mungkin untuk membalikkan keadaan atau menunda penyakit tersebut.

Pre-Diabetes melitus tidak memiliki gejala nyata, oleh karena itu pola makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisik dapat mengurangi resiko perkembangan tersebut.

Rekomendasi dari para ahli

Dokter dari American Diabetes Association merekomendasikan pada orang dengan usia 45 tahun atau lebih dan mengalami pre-Diabetes melitus untuk screening. Mengapa perlu? Karena :

* Bila kadar gula darah berada dalam jangkauan pre-Diabetes melitus, ancaman untuk terkena serangan jantung atau stroke meningkat menjadi 50%.
Kecendrungan pre-Diabetes melitus untuk berkembang menjadi Diabetes melitus tipe 2 dapat diperlambat atau dihentikan dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Bersamaan dengan memperlambat atau menghentikan perkembangan pre-Diabetes melitus menjadi Diabetes melitus tipe 2, perubahan dari olah raga dan pengendalian berat badan dapat mengembalikan kadar gula darah menjadi normal.
Uji sreening standar seperti tes gula darah puasa, contoh darah diambil setelah berpuasa selama 12 jam untuk memeriksa kadar gula atau tes oral glukosa , contoh darah diambil setelah mengkonsumsi gula dengan kadar dengan interval waktu 2 jam.
Kelompok lain dengan resiko: Screening juga direkomendasikan untuk dewasa muda berusia kurang dari 45 tahun dan kelebihan berat badan, terutama yang memiliki faktor resiko seperti dibawah ini:

* Anggota keluarga yang menderita Diabetes melitus

* Kadar kolesterol HDL yang rendah dan trigliserida yang tinggi

* Tekanan darah tinggi

* Mempunyai sejarah gestational Diabetes melitus atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 pounds.

* Berasal dari ras yang beresiko tinggi mengidap Diabetes melitus tipe 2 yaitu indo Afrika-Amerika, Amerika-India, Amerika-Latin dan Amerika-Asia.

Saat penggunaan obat resep secara rutin tidak dianjurkan, keuntungan didapatkan dari beberapa orang yang menggunakan Metformin. Metformin merupakan biguanida yang menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan produksi glukosa oleh hati. Metformin juga membantu menurunkan kadar gula darah dengan membuat jaringan otot lebih sensitif terhadap insulin sehingga gula dapat masuk ke dalam sel.

Penurunan berat badan sedikit dapat berarti keuntungan yang besar

Program pencegahan Diabetes melitus dengan mengatur pola makan dan olahraga yang teratur, termasuk penurunan 5 hingga 7 persen dari berat badan total dapat menurunkan resiko terkena Diabetes melitus tipe 2 sebesar 60 persen. Caranya adalah dengan mengurangi asupan lemak serta dengan berjalan setidaknya 30 menit dalam sehari, lima hari dalam seminggu.

Penurunan berat badan juga merupakan alat yang baik untuk orang berusia 60 tahun atau lebih, dapat mengurangi perkembangan Diabetes melitus tipe 2 lebih dari 70 persen. Hal ini juga berlaku bagi wanita yang pernah mengalami gestational Diabetes melitus, orang yang memiliki resiko terkena Diabetes melitus tipe 2.

Kriteria yang mengikuti program pencegahan Diabetes melitus berada dalam arak usia 25 hingga 85 tahun dengan rata-rata usia adalah 51 tahun. Semuanya memiliki kelainan toleransi glukosa dan telah diukur dengan tes oral glukosa, dan semuanya memiliki kelebihan berat badan atau obesitas (rata-rata BMI adalah 34). Sekitar 29 persen dari grup kontrol mengalami Diabetes melitus selama periode 3 tahun, hanya 14 persen dari kelompok yang mengatur pola makan serta olah raga dan 22 persen dari kelompok yang mengkonsumsi Metformin yang berkembang menjadi Diabetes melitus.

Perlukah pencegahan dilakukan sepanjang hidup?

Program pencegahan Diabetes melitus dijalani selama 3 tahun, dalam jangka waktu tersebut diharapkan gaya hidup sehat tersebut dapat bertahan terus selama hidup. Studi lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa cara ini dapat mengurangi komplikasi dari penyakit kardiovaskular dan artherosklerosis yang merupakan penyebab kematian pada penderita Diabetes melitus.

About diabetesmu

obat herbal diabetes

Posted on Januari 3, 2012, in diabetes melitus and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: