Diabetes melitus dan Depresi, Kombinasi penyakit yang Mematikan

diabetes

Diabetes melitus Perempuan yang menderita dua penyakit, Diabetes melitus dan depresi, memiliki risiko lebih besar meninggal akibat penyakit jantung. Kedua penyakit tersebut bagaikan lingkaran setan yang sama-sama mengancam hidup.

“Penderita Diabetes melitus lebih rentan mengalami depresi karena mereka sudah mengalami tekanan psikososial jangka panjang, terutama jika Diabetes melitusnya sudah mengalami komplikasi,” kata Dr Frank B Hu, profesor dari Harvard Medical School.

Padahal, ia mengatakan, penderita Diabetes melitus yang mengalami depresi sering tidak bisa mengendalikan penyakitnya sehingga komplikasinya bertambah parah. “Ini tentu akan mengancam hidupnya,” katanya.

Hu juga menekankan pentingnya pengendalian Diabetes melitus dan depresi untuk mengurangi risiko kematian. “Kedua kondisi ini tidak hanya memengaruhi faktor biologis, tetapi juga perilakunya,” ujarnya.

Diabetes melitus tipe 2 dan depresi sering kali dipicu gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, makanan tinggi lemak, dan tidak berolahraga. Selain itu, depresi juga memicu perubahan pada sistem saraf yang berakibat buruk pada jantung.

Selama ini pasien Diabetes melitus sering tidak terdiagnosis mengalami depresi. Menurut data, di Amerika Serikat 15 juta orang menderita depresi dan 23,5 juta orang menderita Diabetes melitus. Seperempat pasien Diabetes melitus juga menderita depresi, yang berarti jumlahnya dua kali lipat dibanding orang yang tidak menderita Diabetes melitus.

Dalam penelitiannya, Hu dan timnya mengumpulkan data 78.282 wanita berusia 54-79 tahun di tahun 2000. Riwayat kesehatan mereka terus diikuti selama 6 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, 4.654 wanita meninggal, termasuk 979 yang meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

Wanita yang menderita Diabetes melitus memiliki risiko kematian 35 persen lebih tinggi dan yang depresi memiliki risiko 44 persen dibandingkan dengan wanita yang tidak menderita dua penyakit tersebut.

 

About diabetesmu

obat herbal diabetes

Posted on Januari 30, 2012, in diabetes melitus and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: