Arsip Blog

Pencegahan Diabetes Antara Mitos Dan Fakta

1. Badan gemuk tetapi gula darah masih baik, ini pertanda aman

Kelebihan berat badan atau obesitas adalah penyebab yang paling sering untuk diebetes. Jika gula darah puasa 100-125, dua jam sesudah makan 140-200 mg/dl, sekalipun belum disebut diabetes, atau HbA1c diantara 5,7-6,4%, hati-hatilah anda termasuk kelompok prediabetes. Kalau tidak segera diperbaiki maka  sebentar lagi anda akan menjadi penderita atau pasien diabetes

2. Diabetes tidak bisa dicegah

Untuk mencegah diabetes tipe 1 tertentu bisa dilakukan skrining dengan memeriksa DNA atau gen si anak, untuk mengetahui apakah anak tersebut peka atau mudah kena diabetes. Diet dan olahraga serta upaya menurunkan berat badan, mengubah gaya hidup dan pola makan akan dapat mencegah seseorang terkena diabetes tipe 2. Read the rest of this entry

Iklan

Mitos Dan Fakta Gejala Dan Komplikasi Diabetes

Diabetes, rumor dan gosip atau apapun istilahnya selalu menarik untuk di perbincangkan. Orang lebih suka mengobrol tentang desas-desus, kasak-kusuk dan kabar angin mengenai diabetes daripada belajar tentang pengetahuan diabetes yang benar, sehingga kemudian menjadi mitos yang menjadi pegangan pasien diabetes. Mereka menjadi salah tingkah, gula darah tidak terkendali dan komplikasipun bermunculan. Diantara mitos yang muncul adalah mitos tentang gejala dan komplikasi diabetes yaitu :

1. Pasien diabetes biasanya bisa merasakan sendiri kalau gula darahnya sedang   tinggi atau rendah

Belum tentu, jika merasa lemas, haus atau berkeringat dingin ini artinya gula darah terlalu rendah. Kalau banyak kencing mungkin gula lagi tinggi. walaupun demikian, kalau sedang demam, ada gangguan saraf atau bila ada komplikasi lainnya. Gula darah tinggi atau rendah menjadi tidak menentu, sehingga harus dibuktikan dengan pemeriksaan darah. Read the rest of this entry

Pengetahuan Dasar Tentang Diabetes

Memahami tentang diabetes adalah hal penting karena bila kita faham tentang diabetes maka minimal kita bisa tahu tentang diabetes sehingga kita bisa menghindari diabetes tersebut. Tentang masalah diabetes biasanya muncul beberapa mitos yang belum tentu benar, oleh karena itu jika memahami diabetes dengan benar maka kita akan tahu fakta yang sebenarnya. Diantara mitos yang beredar adalah :

1. Sering mengkonsumsi makanan manis akan menimbulkan penyakit diabetes

Diabetes itu ada 2 macam  yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. jika tidak punya insulin lantaran kerusakan pankreas maka akan timbul diabetes tipe 1. Ini tidak ada kaitannya dengan kebanyakan makan makanan manis. Akan tetapi, kebanyakan manis menyebabkan gemuk sedangkan kegemukan mengganggu kinerja insulin sehingga kualitas insulin buruk dan terjadilah diabetes tipe 2 Read the rest of this entry

Luka Diabetes

Luka diabetes apabila terdapat pada kaki seseorang yang menderita diabetes, biasanya akan menjalar sampai keatas sehingga menyebabkan si penderita pada umumnya putus asa dan takut. Hal yang paling tidak diinginkan oleh penderita adalah amputasi atau pemotongan kaki, karena itu menurut pengalamn adalah solusi terakhir agar luka diabetes yang terdapat pada kaki tidak semakin menjalar ke bagian atas kaki.

Kabar gembira bagi penderita yang terdapat luka diabetes pada kakinya, luka diabetes yang terdapat pada kaki sekarang sudah bisa di sembuhkan dalam waktu yang relatif singkat dan cepat serta aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh, dan yang paling penting lagi adalah bergaransi. Buat apa terapi kalau tidak ada garansi. Read the rest of this entry

Asal Mula Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes melitus sampai sekarang masih misteri. Penelitian terbaru di Amerika Serikat telah menghasilkan penemuan yang mengejutkan tentang asal mula penyakit diabetes melitus. Para ilmuwan dari Washington University School of Medicine di St Louis menemukan bahwa masalah pengendalian gula darah, yang merupakan ciri khas diabetes melitus, mungkin dimulai dari peradangan usus. Temuan yang dilaporkan pada edisi 16 Februari jurnal Cell Host & Microbe ini berpotensi mendobrak pandangan lama mengenai penyebab penyakit diabetes melitus. Karena insulin diproduksi di pankreas dan gula disimpan di hati, banyak ilmuwan yang telah meneliti organ-organ itu untuk mengetahui penyebab diabetes melitus namun tidak berhasil. Read the rest of this entry

Menghindari Diabetes Dengan Air Putih

minum air putih, sebagai pengganti minuman bersoda dan jus buah, mampu menurunkan risiko perempuan terkena diabetes.

Para peneliti di Harvard School of Public Health menyebutkan, mengganti minuman manis dengan air putih dapat membantu mencegah gangguan metabolisme.

Namun sayangnya, menambahkan konsumsi air putih tanpa meninggalkan kebiasaan meminum minuman manis sepanjang hari, tidak akan membuat banyak perbedaan, kata mereka. Read the rest of this entry

Sejarah Diabetes Melitus

 

Diabetes melitus telah diakui Selama 2000 tahun sebagai penyakit yang merusak dan mematikan. Eugene J. Leopold dalam teks Aretaeus Cappodacian menjelaskan diagnosis Aretaeus. “… Untuk cairan tidak tetap dalam tubuh, tetapi menggunakan tubuh hanya sebagai saluran melalui mana mereka dapat mengalir keluar Hidup hanya berlangsung untuk sementara waktu, tapi tidak terlalu lama. Karena mereka buang air kecil dengan rasa sakit dan menyakitkan adalah kekurusan yang Tanpa bagian penting dari minuman ini diserap oleh tubuh sementara massa besar daging yang dicairkan ke dalam urin.. ” Read the rest of this entry

Apakah anda terkena Diabet Melitus?

diabet. Meski gejala-gejala tadi bisa menunjukkan seseorang menderita diabet, namun cara terbaik untuk memastikan apakah Anda mengidap diabet atau tidak adalah dengan melakukan pengecekan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita diabet? Berikut ini beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan baik secara pribadi atau tes di klinik.

Berapa kadar gula yang normal? Read the rest of this entry

2 Efek Diabetes yang Harus Diwaspadai

Bila Anda memiliki Diabetes mellitus, pengendalian gula darah secara disiplin adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Anda harus melakukannya. Glukosa darah yang tinggi terus-menerus dapat menimbulkan komplikasi berupa kerusakan pembuluh darah kecil (efek mikrovaskuler) dan pembuluh darah besar (efek makrovaskuler). Kerusakan pada masing-masing jenis pembuluh darah itu menimbulkan gejala dan keluhan yang berbeda. Sebagian penderita Diabetes kronis mengalami kerusakan pada kedua jenis pembuluh darah, sebagian lainnya hanya mengalami kerusakan pada salah satunya.
1. EFEK MIKROVASKULER
Gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah halus terutama terjadi pada mata, ginjal, dan saraf:

– Kerusakan retina mata (retinopati).

Ada jutaan pembuluh darah kecil (kapiler) di retina mata yang dapat rusak oleh glukosa darah yang terus-menerus tinggi. Retina adalah lapisan tipis di bagian belakang mata.  Fungsinya adalah mengubah cahaya yang masuk mata menjadi sinyal saraf yang dikirim ke otak. Kerusakan retina terjadi secara bertahap. Pada awalnya, pembuluh darah di mata menjadi lebih besar di tempat-tempat tertentu (disebut mikroaneurisma). Pembuluh darah juga bisa tersumbat dan pecah sehingga cairan bisa bocor ke retina. Pada tahap selanjutnya, pembuluh-pembuluh darah baru mulai tumbuh di mata. Pembuluh tersebut rapuh dan mudah mengalami perdarahan. Bekas luka yang awalnya kecil kemudian terus berkembang, baik di retina dan di bagian lain dari mata (vitreous).  Akibatnya, berbagai masalah penglihatan seperti kehilangan ketajaman, kehilangan penglihatan warna, dan bahkan kebutaan total dapat terjadi. Yang terakhir ini terjadi ketika pembuluh- pembuluh darah kecil bocor parah sehingga darah mengalir deras keluar dan menutupi sebagian besar retina. Sel-sel retina menjadi rusak permanen. Manifestasi spesifik dari kerusakan pembuluh kapiler di mata pada penderita Diabetes disebut retinopati diabetik. Tingkat keparahannya sangat bervariasi pada masing-masing orang.

– Kerusakan ginjal (nefropati).

Di ginjal, proses yang sama terjadi terhadap jutaan filter sangat halus yang disebut glomerulus (jamak: glomeruli). Filter tersebut dalam kondisi normal terdiri dari pembuluh-pembuluh darah sangat halus yang secara selektif meloloskan sampah dari pembuluh darah dan mengumpulkannya di dalam urin, sementara zat-zat berguna dalam darah seperti protein, antibodi, dan lainnya ditahan untuk dikembalikan ke dalam aliran darah. Akibat Diabetes kronis, pembuluh-pembuluh darah di glomeruli mengalami kebocoran sehingga meloloskan zat-zat yang berguna ke dalam urin. Selain itu, sel-sel pembentukglomeruli mulai mati. Kondisi ini disebut nefropati diabetik. Bila berlanjut, kerusakan jutaanglomeruli ini menyebabkan gagal ginjal. Diabetes adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya gagal ginjal.

– Kerusakan saraf (neuropati).

Neuropati diabetik adalah komplikasi umum dari Diabetes. Sekitar 50% penderita Diabetes pada akhirnya mengembangkan kerusakan saraf. Kerusakan ini dapat bersifat sementara atau permanen. Kerusakan saraf yang disebabkan oleh penurunan aliran darah dan kadar gula darah tinggi tersebut dapat memengaruhi saraf di tengkorak (saraf kranial) atau saraf di kolom tulang belakang dan cabang-cabangnya. Neuropati diabetik otonom memengaruhi saraf yang mengatur fungsi organ vital, termasuk  jantung dan lambung.
2. EFEK MAKROVASKULER
Gula darah yang tinggi mempercepat proses aterosklerosis pada pembuluh-pembuluh darah besar seperti aorta, arteri koroner, atau arteri yang memasok darah ke kaki dan otak. Akibatnya, risiko serangan jantung dan stroke jauh lebih besar pada penderita Diabetes daripada non-penderita yang memiliki usia, ras, berat badan, dan jenis kelamin yang sama.

diabetes melitus

Diabetes Bisa Menurun Kepada Bayi

Pakar obstetri dan ginekologi (obgin) Rumah Sakit Bersalin (RSB) Kusuma, Semarang, Jawa Tengah, dr. Retno Kusumaningrum mengatakan, ibu hamil yang mengidap Diabetes mellitus bisa menurunkan penyakit itu pada bayinya.

Diabetes mellitus memang bisa menular melalui gen, seperti ibu yang memiliki gen yang mengandung penyakit itu secara tidak langsung akan menurunkan gen itu pada anaknya,” katanya diSemarang, Kamis (28/7).

Ia menjelaskan, penyakit Diabetes melitus dibagi dua. Pertama, yang biasanya muncul sejak dini dan terjadi kerusakan pada sel-sel pankreas. Kemudian DM II yang tidak disertai munculnya gejala penyakit itu.

Menurut dia, penularan penyakit Diabetes secara genetik memang tidak bisa dicegah dan terhindarkan. Namun kemunculan gejalanya bisa diperlambat dengan pola hidup secara sehat dan seimbang.

“Saya sebenarnya juga punya gen Diabetes, namun saya tidak merasakan gejala penyakit itu dan tetap menjalani kehidupan dan rutinitas secara biasa, menjalankan pola hidup sehat dan seimbang,” katanya.

Biasanya, kata dia, banyak orang yang tidak menyadari memiliki gen Diabetes. Namun, memang tidak semua yang memiliki gen Diabetes akan merasakan gejala penyakit itu, tergantung jenis penyakit dan pola hidupnya.

Ia mengatakan, Diabetes bisa juga muncul bukan karena faktor keturunan. Namun murni disebabkan pola hidup seseorang yang salah dan otomatis yang bersangkutan jadi memiliki gen Diabetes.

“Karena itu, yang terpenting sebenarnya menjaga pola hidup, termasuk pola makan yang diatur. Hindari makanan yang manis-manis. Waspadai juga anak yang mengalami obesitas atau kegemukan,” katanya.

Ia mengingatkan, orang tua biasanya senang melihat tubuh anaknya yang gendut karena dianggap sehat dan lucu. Namun jangan dulu senang karena dimungkinkan anaknya menderita penyakit, termasuk Diabetes.

“Memang tidak semua penderita Diabetes memiliki tubuh gemuk. Untuk bayi atau anak yang tubuhnya terlalu gendut memang perlu diwaspadai terkena Diabetes,” katanya.

Untuk mencegah atau setidaknya memperlambat kemunculan gejala penyakit Diabetes, bisa dilakukan ibu dengan memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif dan mengatur pola makan bayinya.

“Jangan diberi susu formula karena kandungan zat gulanya terlalu berlebihan, bisa memicu Diabetes. Beri ASI dan makanan dengan pola seimbang, misalnya bayam, wortel, atau jagung manis yang dihaluskan,” kata Retno.

Sumber: metrotvnews.com

%d blogger menyukai ini: