Arsip Blog

Mitos Dan Fakta Gejala Dan Komplikasi Diabetes

Diabetes, rumor dan gosip atau apapun istilahnya selalu menarik untuk di perbincangkan. Orang lebih suka mengobrol tentang desas-desus, kasak-kusuk dan kabar angin mengenai diabetes daripada belajar tentang pengetahuan diabetes yang benar, sehingga kemudian menjadi mitos yang menjadi pegangan pasien diabetes. Mereka menjadi salah tingkah, gula darah tidak terkendali dan komplikasipun bermunculan. Diantara mitos yang muncul adalah mitos tentang gejala dan komplikasi diabetes yaitu :

1. Pasien diabetes biasanya bisa merasakan sendiri kalau gula darahnya sedang   tinggi atau rendah

Belum tentu, jika merasa lemas, haus atau berkeringat dingin ini artinya gula darah terlalu rendah. Kalau banyak kencing mungkin gula lagi tinggi. walaupun demikian, kalau sedang demam, ada gangguan saraf atau bila ada komplikasi lainnya. Gula darah tinggi atau rendah menjadi tidak menentu, sehingga harus dibuktikan dengan pemeriksaan darah. Read the rest of this entry

Iklan

Pengetahuan Dasar Tentang Diabetes

Memahami tentang diabetes adalah hal penting karena bila kita faham tentang diabetes maka minimal kita bisa tahu tentang diabetes sehingga kita bisa menghindari diabetes tersebut. Tentang masalah diabetes biasanya muncul beberapa mitos yang belum tentu benar, oleh karena itu jika memahami diabetes dengan benar maka kita akan tahu fakta yang sebenarnya. Diantara mitos yang beredar adalah :

1. Sering mengkonsumsi makanan manis akan menimbulkan penyakit diabetes

Diabetes itu ada 2 macam  yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. jika tidak punya insulin lantaran kerusakan pankreas maka akan timbul diabetes tipe 1. Ini tidak ada kaitannya dengan kebanyakan makan makanan manis. Akan tetapi, kebanyakan manis menyebabkan gemuk sedangkan kegemukan mengganggu kinerja insulin sehingga kualitas insulin buruk dan terjadilah diabetes tipe 2 Read the rest of this entry

Penderita Diabet Perlu Test HbA1c

Diabet tidak seharusnya menjadi mimpi buruk yang selalu menghantui penderitanya atau menjadi penghambat dalam menikmati hidup bersama keluarga tercinta. Salah satu syaratnya adalah pengendalian gula darah yang baik, yang dapat dipantau dengan pemeriksaan HbA1c setiap 3 bulan sekali.

Diabet atau kencing manis adalh kondisi dimana konsentrasi gula (glukosa) darah berada di atas normal dalam jangka waktu lama (kronis). Penyandang diabet harus menjaga agar konsentrasi glukosadarahnya terkendali dengan baik untuk mencegah timbulnya komplikasi dikemudian hari. Selain dengan pengaturan pola makan, olahraga dan pengobatan, hal lain yang perlu dilakukan adalah : Read the rest of this entry

Gambar Amputasi Kaki Karena Kencing Manis

Kencing manis adalah penyakit yang mengerikan, karena dampak dari kecing manis apabila luka akan sulit di sembuhkan. Setiap 30 menit, seseorang akan kehilangan kakinya disebabkan kencing manis. Kencing manis dan luka adalah kombinasi yang amat membahayakan.

Jika anda menderita kencing manis, tidak ada istilah ‘luka kecil’ pada kaki. Luka paling kecil sekalipun yang terdapat pada kaki jika tidak dirawat, akan menyebabkan amputasi atau pemotongan pada kaki.

seperti yang kita lihat pada gambar di bawah ini Read the rest of this entry

Asal Mula Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes melitus sampai sekarang masih misteri. Penelitian terbaru di Amerika Serikat telah menghasilkan penemuan yang mengejutkan tentang asal mula penyakit diabetes melitus. Para ilmuwan dari Washington University School of Medicine di St Louis menemukan bahwa masalah pengendalian gula darah, yang merupakan ciri khas diabetes melitus, mungkin dimulai dari peradangan usus. Temuan yang dilaporkan pada edisi 16 Februari jurnal Cell Host & Microbe ini berpotensi mendobrak pandangan lama mengenai penyebab penyakit diabetes melitus. Karena insulin diproduksi di pankreas dan gula disimpan di hati, banyak ilmuwan yang telah meneliti organ-organ itu untuk mengetahui penyebab diabetes melitus namun tidak berhasil. Read the rest of this entry

Menghindari Diabetes Dengan Air Putih

minum air putih, sebagai pengganti minuman bersoda dan jus buah, mampu menurunkan risiko perempuan terkena diabetes.

Para peneliti di Harvard School of Public Health menyebutkan, mengganti minuman manis dengan air putih dapat membantu mencegah gangguan metabolisme.

Namun sayangnya, menambahkan konsumsi air putih tanpa meninggalkan kebiasaan meminum minuman manis sepanjang hari, tidak akan membuat banyak perbedaan, kata mereka. Read the rest of this entry

Macam-macam Diabetes

Sejauh ini, diketahui ada empat jenis Diabetes Melitus, yaitu Diabetes Melitus Tipe 1, Diabetes Melitus Tipe 2, Diabetes Melitus Tipe Spesifik, dan Diabetes Melitus Kehamilan. Untuk lebih detilnya, simak penjelasan di bawah ini.

  • Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes Melitus jenis ini disebabkan oleh rusaknya sel beta pankreas sebagai penghasil insulin sehingga penderita sangat kekurangan insulin. Akibatnya, yang bersangkutan harus disuntik insulin secara teratur. Tipe ini  diderita 1 dari 10 penderita Diabetes Melitus yang kebanyakan terjadi sebelum usia 30 tahun. Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanan atau dewasa awal) menyebabkan kerusakan sistem kekebalan pada sel beta pankreas. Diabetes Melitus tipe 1 ini memiliki kecenderungan untuk menular secara genetik.
  • Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes Melitus jenis ini disebabkan oleh gangguan sekresi insulin dan resitensi insulin sehingga tubuh penderita tidak merespon secara normal insulin yang dihasilkan tubuh dan membentuk kekebalan tersendiri sehingga terjadi kekurangan insulin relative. Tipe ini biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun dan sekitar 80% penderita mengalami obesitas.
  • Diabetes Melitus Tipe Spesifik
    Diabetes Melitus jenis ini disebabkan oleh faktor genetik (kerusakan genetik sel beta pankreas) juga akibat konsumsi obat-obatan maupun bahan-bahan kimia.
  • Diabetes Melitus Kehamilan
    Diabetes Melitus jenis ini terjadi pada sekitar 2-5% dari semua kehamilan, namun sifatnya hanya sementara dan akan sembuh setelah melahirkan. Namun demikian, ia berpotensi merusak kesehatan ibu hamil maupun janinnya, meningkatkan resiko kelahiran serta cacat pada janin dan penyakit jantung bawaan pada bayi. Selain itu, sekitar 40-50% dari penderita tipe ini menjadi penderita Diabetes Melitus tipe 2 di kemudian hari.
%d blogger menyukai ini: